ITAZURA NA KISS ~ LOVE IN TOKYO

Itazura_na_Kiss-Love_in_Tokyo-p2

Kali ini gue mau mereview sebuah drama Jepang berjudul Itazura Na Kiss (Love in Tokyo). Cerita yang diangkat dari manga karya Kaoru Tada ini memiliki berbagai versi mulai dari anime, drama Jepang, Korea hingga Taiwan. di Jepang sendiri, manga ini sudah dibuat dalam versi drama sejak tahun 1996 dan diremake kembali pada 2013 dengan suasana yang lebih modern tentunya.

Itazura Na Kiss, drama Jepang pertama yang gue tonton (sebelumnya, terkhusus jejepangan gue cuma nonton beberapa film aja sih, bukan drama). Latar belakangnya pun sepele.. cuma penasaran sama drama versi Jepangnya yang konon katanya lebih bagus dari versi Koreanya (well.. yang Korea pun gue nggak begitu ngikutin sih.. cuma sempet beberapa episode aja nonton). Karena temen gue si okta sempet beberapa kali promosi kalo si pemeran cewek di itazura na kiss ini blo’onnya gak karuan. Yang otomatis nimbulin rasa penasaran tentang ‘sebego apa sih ceweknya?’ yah.. semacem itu.

Tapi sejauh itupun gue masih belum ada rasa atau niatan cari tau atau nyari filenya karena gue berpikir kalo gue itu udah males banget sama drama Jepang (aniway gue orangnya emang gitu. Tak kenal maka malas kenalan, HAHA). Tapi akhirnya gue gak sengaja nemu drama Itazura Na Kiss – Love In Tokyo di laptop temen gue dan dengan ‘sedikit ragu’ gue klik dan gue nonton episode pertama.

Well.. spoiler aja nih. Itazura Na Kiss menceritakan kisah seorang cewek bodoh dari kelas F bernama Aihara Kotoko yang naksir berat sama si cowok jenius dan tampan dari kelas A bernama Irie Naoki. Tapi sayang cinta Kotoko ditolak mentah-mentah oleh Naoki yang kata gue cara si Naoki menolak cintanya itu terlalu sadis-sekali-sangat. Terutama ekspresi muka datarnya yang lebih sadis dari apapun. Singkat cerita, rumah Kotoko kena musibah yang mengharuskan Kotoko dan ayahnya menumpang sementara di rumah sahabat sang ayah yang tidak lain dan tidak bukan adalah rumah Irie Naoki, gebetan Kotoko sendiri! Masih penasaran? Tonton sendiri dramanya HAHAHA.

beberapa potongan adegan saat Irie menolak cinta Kotoko dengan 'sadis'.

beberapa potongan adegan saat Irie menolak cinta Kotoko dengan ‘sadis’.

Aniway, gue baru tau kalo di dalam drama Jepang itu selalu nyempilin opening. Dari situlah gue tau nama-nama asli dari para pemainnya. Irie Naoki diperankan oleh si imut Yuki Furukawa dan Aihara Kotoko yang diperankan oleh Miki Honoka. Sisanya gue gak peduli HAHAHA. Openingnya ini lucu, lho. Dan di sini si Yuki cakep banget sumpah gue sampe betah ngulang-ngulang openingnya HAHAHA. Gue juga suka banget sama ost.nya yang bersemangat.

Miki Honoka (1997), si pemeran tokoh Aihara Kotoko.

Miki Honoka (1997), si pemeran tokoh Aihara Kotoko.

Furukawa Yuki (1987), si pemeran tokoh Irie Naoki. Agak mirip sama Ryeowook SJ, ya nggak sih? :)

Furukawa Yuki (1987), si pemeran tokoh Irie Naoki. Agak mirip sama Ryeowook SJ, ya nggak sih? 🙂

Hm. Kesan awal di episode pertama, gue masih ‘ngeremehin’ karakternya si cewek alias Aihara Kotoko, karena gue berpikir o’onnya dia itu sama aja kayak Oh Ha Ni, pemeran si cewek dalam versi Koreanya. Tapi dengan catatan, di episode pertama gue udah agak terkesima sama karakter si cowok alias Irie Naoki. Mulai dari gaya bicara, tatapan, ekspresi muka, baddas men! dingin! Datar banget! Disini Playfull Kiss kalah satu poin, karena menurut gue Baek Seung Jo (karakter si cowok dalam versi Korea ; diperankan oleh Kim Hyun Joong) nggak bisa se-cool dan sesadis Furukawa Yuki. Di episode pertama pula gue mengakui kalo tokoh Irie itu sadis tapi imut, apalagi pas liat openingnya, muahahaha!!

Episode demi episode gue lewati (ciyeeh) dan sekiranya sampai pada episode ke 5 gue mulai ketagihan. Gue mulai menyadari gue ‘ada rasa’ sama tokoh Irie (ciyeee; muntah). Gue pun mulai menyadari pula kalo Kim Hyun Joong itu makin ketinggalan jauh dari Furukawa Yuki. Karakter Irie disini kuat banget, dingin dan jarang senyum. 3 episode yang lu lewatin pun belum tentu ngedapetin Irie tersenyum AHAHAHA GILA. Yuki memerankan tokoh Irie dengan (sangat) sempurna.

Sementara untuk karakter ceweknya, ternyata ada perbedaan dari versi Korea ke versi Jepangnya. Di versi Korea, Oh Ha Ni berkarakter sebagai cewek yang kurang tegar sih kata gue. Dia terkesan lemah. Sementara Aihara Kotoko kan aslinya adalah tipe cewek yang optimis dan bersemangat, tahan banting banget meskipun udah berkali-kali dicampakan sama Irie, dan Miki memerankan tokoh Aihara ini dengan sempurna juga.

best moment saat Irie mencium Kotoko diam-diam di rumah sakit (eps. 10)

best moment saat Irie mencium Kotoko diam-diam di rumah sakit (eps. 10)

best moment lainnya; saat Irie memberi pelukan sayang ke Kotoko di eps. terakhir :)

best moment lainnya; saat Irie memberi pelukan sayang ke Kotoko di eps. terakhir 🙂

Over all, gue suka sama jalan ceritanya. Gue ini emang suka banget sama cerita tentang karakter cewek yang dicampakan cowoknya. Gue sadis ya muahahaha. Karena rasanya ketika di akhir cerita dan gue melihat si karakter cowok menyesal udah mencampakan si cewek itu batin gue rasanya teriris-iris. Sensasinya vroh.. susah digambarkan hehehe. Dan sweetnya pasti dapet. Itu pasti!! Dimana perjuangan si cewek selama itupun akhirnya terbayar sudah.

Love in Tokyo ini ceritanya hanya berakhir sampai di sesi pernikahan aja. Disitu saya merasa sedih. Gue kecewa kenapa gak sampai after merit aja bahkan sampai punya anak, kan lucuuu. Tapi gregetnya emang di situ. Selain tokoh Irie yang akhirnya mau tersenyum lebar di depan Kotoko, gue juga dibikin pusing karena otak gue terbebani Yuki Furukawa gue terus memikirkan apa kira-kira yang terjadi di kehidupan mereka setelah menikah nanti. Asli efeknya parah vroh.. kepala gue mau pecah rasanya. Belum puas kalo cuma sampai di pelaminan.

Karena COBA BAYANGKAN SAJA Kotoko udah tersiksa selama 15 episode dan Irie cuma baik dan nunjukin rasa sayangnya di episode terakhir (episode 16) dan itupun cuma di sekian puluh menit sebelum kata TAMAT muncul. Kan sadis banget tuh. Gak adil buat Kotoko!! Tapi akhirnya kepala gue yang rasanya udah kayak kebakar ini mendingin juga, karena konon menurut info dari om gugel, Itazura Na Kiss ini dibuat dua season. Kelonjotan udah. Rasanya semacem “akhirnya gue bebas dari penjara”. Ya pokoknya gitu.

Season ke dua yang berjudul Itazura Na Kiss – Love In Okinawa ini kabar-kabarnya menceritakan kehidupan mereka setelah menikah dengan karakter dan pemain yang sama, YESSS!!! Dan saat ini gue lagi on going aja sih minta soft copy nya ke okta, dimana gue menyadari dia punya season ke 2 nya setelah kabur ke Surabaya dan baru balik besok. Hanjir. Awas aja kalo dia balik tapi kepala gue udah meledak duluan.

Ngomong-ngomong nih.. gue telat banget nontonnya. Drama ini udah keluar lama, 2013 kalo gak salah. Dan gue baru nonton di bulan kedua tahun 2015. Kan koplak. Tapi positifnya adalah.. gue nggak perlu berlama-lama nunggu season ke 2 nya meluncur seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang udah dari awal nonton. Menunggu dan menunggu sampai beruban HAHAHA. Karena drama sesaon ke 2 yang berjudul Itazura Na Kiss – Love In Okinawa udah dirilis tahun 2014 lalu dan gue udah-gak-sabaran-sangat-buat-nonton.

Sensasi setelah nonton Love In Tokyo? Hm.. kalo gue pribadi sih cukup gila ya sensasinya. Gue menyelesaikan drama ini sekitar jam 1 malam setelah seharian penuh berkutat di dalam kamar. Hahaha NIAT BANGET KAN GUE. Tengah malem, sendirian, menggelinjang hina di saat temen-temen gue yang lain udah gak bersuara lagi (baca; tidur). Walaupun udah menyelesaikan seluruh episode, sampai laptop tertutup pun puyeng di kepala gue masih belum sembuh juga. Sampai besok paginya pun bangun masih kepikiran lagi. Dan terus aja gitu sampai gue nulis naskah ini kepala gue masih puyeng aja. Dan rasanya emang hampir meledak karena si okta belum balik-balik juga. PLEASE GUE BUTUH BANGET LOVE IN OKINAWA.

Oh, iya. Sensasi seorang Irie Naoki juga gak kalah mengerikan, lho. Hal yang paling mengerikan sepanjang sejarah kejiwaan gue dimana gue sempet melupakan SHINee sejenak karena ulah seorang Yuki Furukawa. Taukah anda, disebut apakah jika saya melupakan SHINee? Artinya saya gila. Dan ketika kepala gue hampir meledak saking penasarannya, gue mencoba memikirkan Onew. Gue jejelin tuh si Jinki di dalam otak gue.

Dan yang terpikirkan hanyalah ketika dia cuek dengan anak kecil, dia kikuk, dia gak doyan cewek (njirr. Maksud gue dia grogian kalo di depan cewek), dia garing, yah yang semacem itulah. Akhirnya gue memikirkan Jonghyun, tapi yang muncul adalah dia yang sok (sok ganteng sok kece sok keren sok segalanya), penjilat wanita (HAHAHA), dan yang semacem itu. Gue emang bener-bener udah GILA.

Entah sampai kapan gue dibikin puyeng sama tokoh Naoki ini. Efek Naoki ini rasa-rasanya adalah yang paling kuat dari semua drama yang pernah gue tonton. Karena sebelumnya gue juga ngalamin hal serupa walaupun emang gak sedahsyat Naoki. Kelabilan gue adalah yang nomor satu. Pas nonton Baker king / Flower Boy next door gue bilang tipe gue Yoon Shi Yoon, pas nonton You’re Beautiful gue bilang tipe gue Kang Shin Woo alias Jung Yong Hwa, pas nonton You’re all Sorounded gue bilang tipe gue yang semacem Eun Dae Gu alias Lee Seung Gi (ini setipe Irie Naoki; karakter lelaki dingin). Tapi dari semua itu ujung-ujungnya gue bisa move on juga dan balik lagi ke prinsip “tipe ideal gue itu Lee Jinki” cieleeehh…

At least, drama ini recomended banget buat ditonton. Terutama buat yang suka drama-drama bergenre komedi romantis, mungkin yang satu ini cocok? Kalo gue sih bukan itu alasannya, tapi karena gue emang suka sama karakter tokoh cowok yang dingin dan sadis tapi bermuka imut. Tergantung orangnya juga sih.. kalo tipe-tipe semacem Lee Minho atau Jang Geun Seuk di drama BBF / You’re Beautiful mah biar karakter dingin dan sadis kece atau apapun tetep aja gue gak ada rasa. Gak tau juga kenapa.

Dan well.. sekiranya segitu aja sih review gue. Gue bersyukur akhirnya bisa balik lagi ke blog gue yang udah berlumpur karena mungkin sempet diterjang bencana banjir Jakarta dan gue gak tau karena gak pernah nengok setelah hampir satu tahun vakum. Terimakasih sudah berkunjung. Satu komentar aja dong, seenggaknya pendapat kalian soal Itazura Na Kiss itu gimana sih? Buat yang pernah nonton aja sih ya. Yang belum nonton, semoga bisa jadi referensi tontonan baru, ya..

Iklan

8 responses to “ITAZURA NA KISS ~ LOVE IN TOKYO”

  1. Riana sari (@Riana_atmadja) says :

    ITAZURA NA KISS~ LOVE IN TOKYO keren abisssss ({}), Setiap kali nonton saya ngerasa bahagiaa bngtt ^_^. yuki furukawa sama miki honaka sangat serasi =))

  2. Latifa says :

    Setujuuu…. Asli imut banget mereka -apalagi si yuki-
    Playful kiss jdi gak ada apa2nya,, 😉

  3. Elsa says :

    Suki suki suki banget.aq nonton berulang2 1 n 2 nya.apalagi yang 2 nya.naoki keren abiiiiis.pengen punya suami kayak gituuuu. Sadis tapi bikin gregetann ^o^

  4. santa says :

    cewek mna pun g bisa nolak pesona irie,meskipun irienya cool,sadis ato apa lh itu 😀 ko bisa pingin pesen satu calon suami kaya irie 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: