Romance

NB : Untuk kalimat yang bergaya miring diartikan sebagai flashback, ya. Alur di dalam cerita ini memang ‘maju mundur’ jadi terlihat agak membingungkan ^^ karena pada dasarnya tulisan ini menceritakan tentang seseorang yang menceritakan kisah temannya jadi harus hati-hati meneliti alur sewaktu membaca.

ok.. Check It Out!

Main Cast : Park Luna – Krystal Jung | Minor Cast : Lee Jinki – Lee Taemin | Sudut Pandang : Orang Ketiga

Hallo..

Aku bukan orang yang pandai berbasa-basi. Langsung saja. Aku hanya ingin menyampaikan sebuah cerita kepada kalian. sebuah cerita yang terkesan sangat sepele.. hanya sebuah kisah cinta monyet ala dua sahabatku yang benar-benar tidak berkesan namun jika aku sendiri yang berada di posisi mereka ini akan terasa lucu dan menggelikan.

Aku mempunyai dua orang teman, Luna Park dan Krystal Jung. Kami sahabat dekat. Aku mempunyai sebuah cerita yang ‘agak lucu’ tentang mereka. Cerita cinta sederhana yang membelit mereka membentuk sebuah kisah lucu yang menurutku ini sangat…. ah.. bagaimana ya mengatakannya..

Bisa dibilang mereka adalah dua sahabat yang menyukai dua sahabat lain, Lee Taemin dan Lee Jinki. Krystal yang menggilai Taemin sementara Luna sangat merasa tertarik kepada Jinki. Kebetulan sekali, bukan? Jadi mereka bisa pergi berdua hanya untuk melihat Jinki dan Taemin makan di kantin, atau bermain basket ataupun hanya sekedar bercanda tanpa harus saling terpisah satu sama lain.

Tapi kemarin Luna menelponku. Dia bilang dia sedang ada sedikit masalah jadi dia memintaku untuk menemaninya sebentar.

“Ada apa Luna..”

“……..”

“ayolah.. mukamu terlihat kusut begitu.. ceritakan saja..”

“ahaha.. apa begitu kelihatan..?”

“tentu saja.. ayo ceritakan.. ada apa?”

“……. tadi siang.. Krystal bilang padaku kalau.. dia menyukai Jinki..”

“APA..??!!!”

Itulah sepotong pembicaraan singkatku bersama Luna semalam.. aku sangat terkejut. Bagaimana bisa Krystal.. ah.. setauku Krystal menyukai Lee Taemin si malaikat sekolah. Kenapa sekarang justru berbelok menyukai Lee Jinki yang jelas-jelas semua sudah tau kalau Luna.. yang dari dulu menyukainya. Tapi Luna bilang Krystal hanya berusaha jujur. Luna beranggapan bahwa setidaknya Krystal sudah berani untuk berterus terang padanya. Ah.. dasar bodoh.

“oke kita sekarang saling jujur saja.. Krystal, kau yang kalah kan.. berarti kau yang harus terlebih dulu menyebutkan siapa orang yang kau sukai..”

“Aku.. aku menyukai seseorang.. dia sekelas dengan Luna”

“sekelas denganku? Siapa?”

“Lee Taemin.. kyaa.. bukankah dia sangat kharismatik dan juga.. cute dalam satu waktu.. ya kan??”

“wow.. aku tidak menyangka..” aku menggumam.

“uh.. syukurlah.. aku hanya takut kalau kau menyukai Lee Jinki.. karena itu artinya kita menyukai orang yang sama..dia sekelas denganku juga.. hehe jadi tadi aku agak sedikit khawatir..”

“Luna.. kau.. menyukai Lee Jinki??”

“um.. dan kau?”

“Choi Minho.. hehe..”

Itulah cerita singkat saat dulu kami bertiga saling membongkar rahasia satu sama lain. See? Krystal menyukai Taemin saat itu. Tapi kenapa sekarang justru berbelok menyukai Jinki?

Apa mungkin karena Jinki yang selalu mendekati Krystal akhir-akhir ini? Iya sih.. aku sudah sangat sering melihat mereka berduaan entah itu di kantin, Perpustakaan, Lapangan, atau dimanapun. Sebenarnya waktu itu aku memang sedikit heran dengan kedekatan mereka yang menurutku terlalu mendadak. Sampai suatu hari aku bertanya pada Luna.

“Kau tidak cemburu..?”

“Haha siapa peduli? Mereka hanya belajar bersama.. dari yang aku tau Jinki cukup kesulitan dalam pelajaran Bahasa Inggris dan aku rasa tepat kalau dia meminta bantuan kepada Krystal.. dia kan masternya..”

Itu perkataan yang paling kuingat dari Luna saat aku bertanya bagaimana perasaannya setiap kali melihat Krystal dan Jinki selalu bersama hampir di setiap waktu bahkan akhir-akhir ini Krystal sudah jarang berkumpul lagi bersama kami.

Aku cukup terkejut saat setelah sekian lama kedekatan Jinki dan Krystal aku melihat Luna menghentakkan kakinya kasar dan wajahnya tertekuk sebal saat lagi-lagi ia melihat Krystal dan Jinki bercanda berdua di taman belakang sekolah. Kemudian dengan kasar pula membanting pintu kelas dan sesegera mungkin memasang headset di telinganya dan mendengarkan musik. Untung saat itu masih pagi.. suasana sekolah masih sangat sepi. Akan jadi masalah jika ia membanting keras pintu kelas ketika sedang banyak siswa di dalam.

Sungguh. Luna tidak biasanya seperti ini. Apa sikap santainya selama ini hanya topeng? Apa sebenarnya dalam hati dia mengutuk Krystal?

Tapi sungguh.. aku paham bagaimana perasaan Luna. Melihat kedekatan mereka berdua yang menurutku semakin intim saja bukankah memang menyebalkan? Luna juga manusia yang punya batas kesabaran juga.

Saat itu aku dengan hati-hati mendekat.. masuk ke dalam kelasnya dan duduk di bangku tak jauh dari posisi Luna yang menelungkupkan wajahnya di meja, melihat ke arah bawah.

“Luna.. kau tak apa?” tanyaku.

Luna mendongak dengan tatapan sayu “menurutmu..?”

“Kau kecewa dengan Krystal?”

“……………….”

“Kalau kau merasa kecewa, cemburu atau marah.. cukup ingatlah saat saat kita bersama.. pikirkan bahwa ia adalah sahabatmu..” titahku. Tapi justru air mata Luna yang kudapat. Aku sedikit tersentak, takut kalau-kalau aku salah bicara.

“Aku jahat sekali, ya.. hanya karena laki-laki aku jadi marah pada Krystal.. tidak seharusnya aku kecewa seperti ini..”

Nah.. kan. Benar apa kataku. Aku-salah-bicara. Karena perkataanku Luna jadi merasa bersalah.. ah bodoh. Padahal memang sudah seharusnya Luna kecewa. Krystal sudah tau kalau Luna menyukai Jinki.. seharusnya dia lebih bisa memikirkan perasaan Luna.

“Ai.. bu.. bukan begitu maksudku Luna tapi..”

“aku merasa jijik dengan diriku sendiri yang mempermasalahkan hal sesepele ini..”

Great! Luna terlanjur hanyut dalam pikirannya sendiri. Aku jadi semakin merasa bersalah. Sebenarnya aku tidak bermaksud membuatnya menyalahkan diri sendiri seperti ini. Ah sial. Aku lupa kalau Luna itu terlalu naif.

“anak itu hanya tidak sadar kalau aku selalu merasa cemburu.. haha..” tawanya hambar, “Krystal pasti tidak sengaja.. aku saja yang terlalu sensitif..”

Padahal kalau dipikir-pikir lagi.. aku mungkin akan melakukan hal yang lebih parah dari ini. Aku mungkin akan menembak Krystal dengan lirikan tajamku. Atau mungkin aku akan berhenti bicara dengannya sampai dia bertekuk lutut meminta maaf padaku. Tapi Luna.. dia sudah cukup sabar.. sabar yang melebihi batas. Setidaknya dia tidak langsung menampar Krystal kan? Bahkan dia dan Krystal masih bersahabat seolah Luna tidak merasakan apa-apa sedikitpun.

“Lagipula siapa aku? Lihat saja Krystal.. dia cantik.. berbakat.. pintar.. bahkan dia bisa saja membangun tempat kursus bahasa Inggris miliknya sendiri karena kemampuan bahasa Inggrisnya itu.. kurang apa lagi? Sedangkan aku? Haha.. bebek jelek..”

Eh? Nah aku semakin lemas. Dia malah memaki-maki dirinya sendiri seperti ini. Aku tidak suka.

“Hah… seharusnya aku berterima kasih pada Krystal..”

“eh? Kenapa?”

“Karena dia dekat dengan Jinki.. akhir-akhir ini Jinki juga mulai  bicara denganku..”

“Oh? Benarkah? Sampai dimana? Apa yang kalian sering bicarakan? Kau tidak merasa  gugup lagi kalau bersanding di dekatnya?”

Saking antusiasnya aku sampai menyerang Luna dengan pertanyaan bertubi-tubi. Ah.. mungkin memang kedekatan Krystal dan Jinki tidak begitu buruk juga, begitu pikirku.

“Jinki terkadang menanyakan tugas-tugas kelas untuk besok.. ehehe.. kau tau sendiri kan.. aku pernah bercerita padamu kalau otak seorang Lee Jinki bisa blank sewaktu-waktu ehehe..”

Sejenak aku terdiam , “hanya itukah?”

Luna mengangguk, “eum.. tapi dia kadang juga mengajakku bercanda sesekali kok kalau kami bertiga berkumpul..”

“Kami bertiga..?”

“Iya, aku, Krystal dan Jinki”

Saat itu aku langsung menepuk dahiku seraya menggeleng. Ah.. dasar anak ini. Bagaimana bisa dia menjadi obat nyamuk untuk mereka berdua? Dia itu bodoh atau apa huh?

Aku masih ingat juga tadi saat di sekolah  Krystal berteriak-teriak kecil saat Taemin lewat dihadapan kami, atau saat Taemin menyapanya, atau hal-hal kecil lain.. aku jadi agak sebal. Dia sudah tega berkata pada Luna kalau dia menyukai Jinki, tapi masih menggilai Lee Taemin.. apa maksudnya? Apa dia mau mengencani mereka berdua? Kenapa rakus sekali?

Aissh.. sudah cukup sampai disini. Aku tidak ingin mengingat kisah-kisah Luna lagi. Terlalu menyebalkan. Dan aku benar-benar tidak ingin mengalami hal yang sama.. setidaknya aku tidak selemah itu. Aku sudah mendapatkan beberapa kode dari Choi Minho HAHAHA…

*piiip*

Oh.. Luna menelponku.

“Luna, ada apa..?”

“Eum.. aku hanya bilang padamu.. aku sekarang bertekad untuk melupakan Lee Jinki, mungkin lebih baik aku mengalah pada Krystal.. entah Lee Taemin atau Jinki, aku tidak peduli.. dua-duanya saja sekalian.. ahaha.. semangati aku yaa.. aku butuh dukungan darimu..”

Senyumku seketika mengembang, “apa kubilang.. kau pasti bisa melakukannya…”

“Cinta itu memang penting, tapi jika terlihat mustahil untuk apa kau mengejarnya? Impian masih menunggu banyak di depan sana.. raihlah impianmu setinggi mungkin maka cinta akan datang dengan sendirinya. Percayalah..”

Iklan

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: